Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket
MOHON MAAF KEPADA SEMUA PENGUNJUNG BLOG INI BELUM SEMPURNA, KARENA MASIH DALAM TAHAP PENGERJAAN, BARU DIBUAT MEI 2011 OLEH STAF MEDIA CENTER BAGIAN HUMAS SETDA TANJUNG JABUNG BARAT
Tampilkan postingan dengan label BERITA HUMAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BERITA HUMAS. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 September 2011

MUSRENBANG KAB. TANJUNG JABUNG BARAT

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) merupakan salah satu rangkaian tahapan perencanaan pembangunan sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang – Undang nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) dan Undang-Undang nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Dengan terbitnya Undang-Undang tersebut, maka substansi dan esensi dari sistem perencanaan pembangunan di tingkat nasional dan daerah semakin perlu untuk dimantapkan dan disempurnakan, guna lebih menjamin penyelenggaraan pembangunan di pusat dan daerah yang lebih berhasil guna dan berdayaguna.

Musrenbang merupakan forum antar pemangku kepentingan yang berfungsi sebagai instrumen untuk merumuskan perencanaan pembangunan daerah yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya. Hal ini mengindikasikan adanya peran yang sangat strategis dari forum ini, dalam rangka menciptakan pembangunan berkualitas yang sesuai dengan aspirasi masyarakat. Hal tersebut disampaikan Bupati Drs H Usman Ermulan MM pada pembukaan Musrenbang Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada tanggal 30 Maret 2011 dan sekaligus membuka secara langsung dan resmi pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun 2011 yang bertempat di Gedung Pola Kantor Bupati.

Sistem perencanaan pembangunan yang diamanatkan oleh Undang – Undang nomor 25 tahun 2004 merupakan sistem perencanaan partisipatif. Artinya proses perencanaan pembangunan yang disusun lahir dari sebuah proses akumulasi kebutuhan masyarakat yang hakiki yang diperoleh melalui musrenbang desa/kelurahan dan kecamatan, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat (stake holders) yang ada di daerah. Hal ini mengindikasikan adanya peran yang dominan dari masyarakat dalam melahirkan sebuah rumusan perencanaan.

Tujuan dari Musrenbang ini adalah untuk memantapkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun 2012. Bupati Usman Ermulan mengingatkan kepada seluruh Kepala SKPD Kabupaten Tanjung Jabung Barat agar perencanaan yang disusun saat ini disamping menampung aspirasi masyarakat yang sedang berkembang juga mengakomodir prioritas – prioritas pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun 2011-2016, yang akan menjadi bagian dari RPJMD Kabupaten Tanjung Jabung Barat periode 2011-2016 yang saat ini sedang dalam proses penyusunan.

Dalam memberikan arah bagi pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada tahun 2012, Bupati memaparkan beberapa indikator makro yang akan digunakan adalah : Pertama, pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan nilai Produk Domestik Regional (PDRB) yang dapat menggambarkan tingkat kemajuan pembangunan ekonomi suatu daerah pada kurun waktu tertentu. Realisasi pertumbuhan ekonomi tahun 2010 sebesar 6,87%, proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2011 diperkirakan sebesar 7,25%, sedangkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada tahun 2012 ditargetkan sebesar 7,50%. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2012 ini akan ditunjang oleh tiga sektor dominan yaitu sektor pertanian sebesar 30,25%, sektor industri pengolahan sebesar 25,74% dan sektor pertambangan dan penggalian sebesar 16,75%;

Kedua, Pengangguran Terbuka. Berbagai kebijakan terkait dengan upaya mengurangi pengangguran dan pengentasan kemiskinan diharapkan dapat menurunkan tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2012 menjadi 4%; Ketiga, Pendapatan Perkapita. Indikator pendapatan perkapita merupakan gambaran terhadap kemampuan daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa. Target pendapatan perkapita Kabupaten Tanjung Jabung Barat berdasarkan harga yang berlaku pada tahun 2012 diperkirakan mencapai 20 juta rupiah.
Bupati menjelaskan, untuk mewujudkan target-target pembangunan tersebut tidak terlepas daripada ketersediaan sumber pendanaan. Realisasi pendapatan daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat tahun anggaran 2010 sebesar Rp. 605,91 milyar. Dan target pendapatan daerah pada tahun 2011 sebesar Rp. 635,16 milyar. Untuk tahun anggaran 2012 direncanakan pendapatan daerah sebesar Rp, 650 milyar.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengingatkan kembali tentang prioritas pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat kedepan yang harus terus dimantapkan dan dikembangkan pelaksanaannya, diantaranya adalah 1), Pembangunan jalan dan jembatan, yang difokuskan pada pembangunan dan pemeliharaan jalan dan kembatan yang mengalami rusak berat, pembangunan jalan dan jembatan yang menghubungkan ibukota kecamatan dengan kabupaten serta jalan yang menghubungkan ibukota kecamatan dengan desa sekitarnya. 2), Pengembangan Listrik Desa, yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas masyarakat desa terutama untuk menunjang kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi kerakyatan. 3), Pengembangan sarana air bersih, yang dalam  jangka pendek dapat dipenuhi dengan membangun penampungan air hujan (PAH) dan sumur bor, sedangkan dalam jangka panjang agar dilakukan evaluasi terhadap sarana air bersih yang ada saat ini.

4), Pengembangan “Gerakan Serentak Tanam Padi Dua Kali” (GERTAK PADUKA), untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian khususnya tanaman pangan juga untuk mendukung peningkatan ketahanan pangan. Untuk mewujudkan program tersebut kepada SKPD yang terkait agar terus meningkatkan sinkronisasi dengan berbagai pihak terkait lainnya, baik pusat maupun daerah. 5), Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, yang tetap menjadi prioritas pembangunan, baik pusat maupun daerah. 6), Pembangunan kepemudaan, kebudayaan dan kehidupan beragama, harus tetap mendapat perhatian sebab bidang-bidang ini mempunyai korelasi dalam pengembangan prioritas pembanguan lainnya. (EF)

BUPATI BUKA TURNAMEN FUTSAL DANDIM CUP

Dalam rangka ikut serta memajukan olahraga di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, KODIM 0419 Tanjab menggelar Turnamen Futsal Dandim CUP 2011 dan sekaligus menjadi sponsor event olahraga ini dengan mempersiapkan hadiah berupa uang tunai sebesar Rp. 10 juta untuk para pemenang dan hadiah tambahan lainnya.

Kegiatan Dandim Cup dilaksanakan selama 2 pekan yakni dari tanggal 5 – 18 Februari 2011, yang diikuti sebanyak 150 tim baik dari kota Kuala Tungkal maupun dari Kabupaten tetangga dengan biaya pendaftaran sebesar Rp. 150 rb setiap klubnya. Banyaknya peserta yang mendaftar merupakan bukti bahwa masyarakat Tanjab Barat khususnya para pecinta olahraga futsal menyambut baik dan begitu antusias mengikuti perhelatan Dandim Cup ini.

Acara Dandim Cup yang diadakan di lapangan futsal Kodim 0419 Tanjab dibuka secara langsung oleh Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. H Usman Ermulan, MM pada hari Sabtu, tanggal 5 Februari 2011 yang  dihadiri oleh unsur Muspida, serta SKPD, peserta turnamen dan masyarakat umum.

Dandim Letkol Czi Fakhruddin dalam sambutannya mengatakan “Ini salah satu usaha kami untuk ikut serta memajukan olahraga di Tanjab Barat. Supaya para pemuda Tanjab Barat bisa lebih berprestasi lagi ke depannya dan kegemaran akan olahraga terus meningkat di Tanjab Barat, “ ujarnya.  Ini juga merupakan turnamen dengan jumlah peserta terbanyak. Menurutnya banyaknya klub yang mendaftar menunjukkan apresiasi positif pecinta olahraga futsal di Tanjab Barat. “Kami hanya sebagai pelopor saja. Mudah-mudahan ini bisa berlanjut terus, baik Kodim maupun instansi lainnya”, harapnya. Dandim juga menjelaskan, tujuan turnamen Futsal Dandim Cup ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan tali silaturahmi antara pemda dan muspida dengan masyarakat Tanjab Barat agar kepala daerah maupun pejabat dapat merasakan apa yang dirasakan oleh  masyarakat.

Sementara itu Bupati Tanjung Jabung Barat Drs H Usman Ermulan MM mengatakan, dana kegiatan olahraga telah diajukan ke DPRD Tanjung Jabung Barat dan meminta persetujuan ke DPRD agar pembinaan olahraga ini betul-betul diperhatikan, serta minta persetujuan DPRD anggaran untuk perbaikan lapangan bola. “Apabila disetujui oleh DPRD anggaran APBDnya akan kita laksanakan secepatnya,” jelas Bupati. Bupati juga berharap turnamen futsal “Dandim Cup” dapat melahirkan bibit baru untuk pemain masa depan yang lebih baik. Dan kepada para peserta yang mengikuti turnamen tersebut Bupati mengharapkan untuk selalu menjaga sportifitas selama pertandingan.
 
Menurut Husaini yang merupakan panitia turnamen futsal ini menjelaskan pertandingan dilaksanakan setiap hari dengan sistem gugur. Hari libur digelar pagi hari, sedangkan hari kerja dilaksanakan sore hari sampai malam hari.
Usai acara pembukaan, digelar pertandingan eksibisi antara Pemkab bergabung dengan Unsur Muspida melawan Anggota DPRD Tanjab Barat, yang dimenangkan oleh Tim Muspida yang dipimpin langsung oleh Bupati.

Selanjutnya dilanjutkan dengan laga awal Dandim Cup yang mempertemukan FC Pekerjaan Umum (PU) dengan FC Goyang. FC Goyang menjadi klub pertama yang melaju ke babak berikutnya karena mampu menaklukkan FC PU dengan skor 6-3. Pelaksanaan pertandingan berlangsung selama 2 pekan sampai pada hari penutupan tanggal 18 Februari 2011. (EF)

NURFIDAH DAN ANAKNYA LESTARIKAN MOTIF ASLI TANJAB BARAT

Ditengah pesatnya perkembangan zaman, kain songket yang merupakan warisan seni kerajinan tenun mulai memudar, bahkan regenerasi pengrajin songket pun turut terimbas oleh meningkatnya industri kain modern. Namun di Kabupaten Tanjung Jabung Barat masih menyimpan potensi pengrajin songket, yang memiliki ciri dan motifnya sendiri, sehingga tenunan kain songket Tanjung Jabung Barat bukanlah adopsi dari daerah lain.

Di antara sepuluh pengrajin songket untuk wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang tercatat sebagai binaan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Proda Tanjung Jabung Barat  adalah Nurfidah dan Ariyani. Keduanya adalah ibu dan anak yang masih bertahan dengan profesinya sebagai penenun kain songket di daerah ini.

Nurfidah mengaku dia menekuni kegiatan menenun kain songket sejak tahun 1972 dan hingga saat ini diusianya yang lanjut, telah ribuan kain songket yang diproduksi oleh tangannya dengan peralatan menenun tradisional yang dimilikinya. Nurfidah bertekad untuk melestarikan warisan budaya kain songket Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Dalam menenun kain songket, Nurfidah menunjukkan ketelitian dan kemahirannya dalam menyusun helai demi helai benang sutra yang telah dipintal, mata Nurfidah pun  menunjukkan kejeliannya dalam menyusun formasi motif yang diinginkan oleh pemesan. “Banyak motif yang bisa diaplikasikan dalam mewujudkan bentuk suatu kain songket, ada yang diadopsi dari corak dan motif Palembang, namun Tanjung Jabung Barat sendiri juga mempunyai motif asli berupa motif buah bakau dan kapal layar. Dan khusus motif asli Tanjab Barat ini banyak disukai pemesan karena sangat menawan dan pas untuk dikenakan dalam upacara perhelatan adat maupun upacara formal lainnya,” ujar Nurfidah ketika ditemui di salah satu stand pameran yang digelar dalam rangka memeriahkan puncak peringatan HKG PKK dan BBGRM di Desa Serdang Jaya, Kecamatan Betara, Tanjung Jabung Barat pada Senin, tanggal 9 Mei 2011.

Nurfidah juga menceritakan mengenai keahlian menenun yang dimilikinya diperoleh dari pembelajaran menenun di masa mudanya dahulu. Nurfidah menuturkan bahwa ilmu menenun yang dimilikinya bukan diwarisi dari orangtuanya, namun belajar dari penenun yang ia kenal sewaktu muda dahulu. Dan ilmu itu ternyata juga diikuti oleh anaknya yang sekarang turut mengikuti jejaknya sebagai pengrajin tenun songket, yakni Ariyani. Menurut Nurfidah, dirinya membutuhkan waktu sekitar dua minggu atau lebih dalam merampungkan satu stel kain tenun (selendang dan kainnya).

Nurfidah mengakui, kain tenun songket yang dihasilkannya banyak disukai oleh pejabat baik dari Kuala Tungkal sendiri maupun dari luar daerah yang berkunjung ke Kuala Tungkal untuk dijadikan souvenir (oleh-oleh khas Tanjung Jabung Barat). Dan mengenai harga tergantung pada motif dan kwalitas benang yang digunakan. Harga kain perhelai buatannya dihargai mulai Rp. 1.200.000,-, namun harga penawaran semakin tinggi jika kualitas benang sutra yang digunakan dari kualitas terbaik. 

Sepasang Ibu dan anak ini, tidak pernah merasa kreasi tenunan mereka tersapu oleh zaman, karena keduanya berpegang pada suatu keteguhan hati dalam melestarikan nilai-nilai seni budaya kerajinan tradisional di Tanjung Jabung Barat, yang membutuhkan regenerasi hingga tidak pudar oleh perkembangan arus globalisasi industri kain modern saat ini.

Keduanya juga tidak pernah berharap mendapatkan penghargaan apapun dalam menghasilkan karyanya ini. Nurfidah dan anaknya menekuni tenunan kain songket ini tulus hanya untuk melestarikan seni songket tradisional Tanjung Jabung Barat hingga popularitas kain songket warisan budaya ini terangkat dan tidak terlelan oleh zaman.

Kepala Dinas Perindag dan Proda Tanjung Jabung Barat, Drs Kosasih pada kesempatan tersebut mengatakan, instansinya mendukung setiap potensi-potensi pengrajin yang dimiliki wilayah ini, dan melakukan pembinaan terhadap SDM pengrajin. Pemkab Tanjung Jabung Barat melalui Dinas Perindag Proda membantu menfasilitasi dalam hal memasarkan produk mereka, dan memberikan kesempatan-kesempatan menyertai mereka dalam pameran-pameran baik di tingkat daerah, bakhan nasional yang tujuannya agar hasil karya mereka dikenali, dan terus diberikan pembinaan, sehingga terus eksis dalam melestarikan kerajinan tangan daerah”, ujar Kosasih.

Menurut Kosasih, hasil karya kerajinan Tanjung Jabung Barat yang pernah disertakan dalam pameran-pameran yang diselenggarakan tingkat Provinsi Jambi telah mendapat apresiasi dari Dekranasda Provinsi Jambi, baik hasil karya kerajinan tenun tangan maupun kerajinan dalam jenis lain.

Guna mengangkat kembali popularitas karya tenun asli Tanjung Jabung Barat dikatakan Kosasih, pihaknya akan berupaya keras membangkitkan semangat pengrajin seni tenun songket, dengan cara mengajak mereka mengikuti pameran-pameran dan mengenali pengrajin ini akses-akses pemasaran produk mereka ke kalangan luas.(EF)

Jumat, 23 September 2011

BUPATI LANTIK PENGURUS TP PKK TANJAB BARAT

Pengurus PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat periode 2011-2016 secara resmi dilantik oleh Bupati Tanjab Barat Drs H Usman Ermulan MM, pada hari kamis 3 Maret 2011. Bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Tanjab Barat, acara dihadiri oleh segenap unsur Muspida, SKPD, para camat dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Usman Ermulan meminta pengurus PKK Tanjabbar yang baru dilantik untuk bekerja secara maksimal dan membantu kesejahteraan masyarakat dengan cara turun langsung ke setiap kecamatan, dan desa-desa.

Bupati juga mengatakan sangat setuju jika semua perangkat Pemerintah Daerah terlibat dan membantu kegiatan TP PKK. “Dengan demikian akan tercipta sinergi yang baik dan berkualitas. Kita boleh berharap, cita-cita PKK secara Nasional itu terwujud dengan baik dan berguna tidak terkecuali di Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan”, ungkapnya. Bupati juga mengingatkan fungsi penting PKK sebagai mitra pemerintah, khususnya untuk membantu keluarga yang lebih baik secara ekonomi dan kesehatan.

Kepada pengurus yang baru dilantik Bupati memberi pesan untuk sesegera mungkin mengambil langkah-langkah terencana, diantaranya wujudkan rasa tenang, teduh dan damai, mengkaji secara seksama masalah-masalah kehidupan keluarga terutama keluarga pra KS dan KS I yang berpedoman pada 10 program PKK, hidupkan dan tingkatkan koordinasi kemitraan antara tim penggerak PKK dengan dinas instansi pemerintah, DPRD, LSM dan lembaga swasta agar memperoleh dukungan dan hasil yang optimal.
Sementara Ketua TP PKK Ir Hj Esrita Usman Ermulan MSi mengatakan sebagai sebuah gerakan yang diakui manfaatnya, PKK diharapkan mampu menyejahterakan keluarga. PKK juga bertujuan menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta menpunyai kesadaran hukum dan lingkungan. “Dengan sudah dilantiknya pengurus PKK Tanjab Barat yang baru, saya minta agar kita bisa bekerjasama demi kemajuan PKK di Kabupaten Tanjab Barat” ucapnya.(EF)

PESERTA KB DI TANJAB BARAT LEBIHI TARGET

Kondisi kependudukan saat ini baik dalam jumlah, kualitas maupun persebarannya merupakan tantangan yang sangat berat bagi pemerintah dan memerlukan perhatian dan penanganan serius dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang perlu terus dilakukan oleh pemerintah bersama – sama masyarakat adalah pengendalian jumlah penduduk yang dilaksanakan melalui Program Keluarga Berencana.

Keluarga Berencana selain berupaya dalam pengendalian jumlah penduduk, juga berupaya untuk membina kehidupan berkeluarga yang berbahagia dan sejahtera. Untuk mewujudkan program KB dimaksud, peranan tokoh agama, tokoh masyarakat dan para kader sebagai penggerak masyarakat untuk menjadi peserta KB, sungguh sangat besar, karena disamping berperan sebagai penggerak masyarakat dilingkungannya, juga berperan dalam menunjukkan sikap keteladanan untuk menjadi peserta KB yang aktif dan mandiri.

Di Kabupaten Tanjung Jabung Barat sendiri, target angka pencapaian peserta Keluarga Berencana pada tahun lalu melebihi target melampaui 100 persen dibanding target sebelumnya yaitu 132,05 persen. Hal ini merupakan salah satu keberhasilan Pemerintah Tanjung Jabung Barat dalam upaya mengatasi ancaman ledakan penduduk melalui Program KB.

Kepala Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Perempuan Tanjung Jabung Barat, Drs Mukri melalui Kepala Bidang Keluarga Berencana Agoes Mamun mengatakan, program KB di wilayah Tanjung Jabung Barat telah ikut berpartisipasi aktif dalam menekan angka ledakan penduduk, sehingga seperti tahun-tahun lalu kegiatan program KB terus dilancarkan guna menghadapi ancaman ledakan penduduk. Melalui program KB diharapkan terjadi pertumbuhan penduduk yang seimbang tidak melampaui pertumbuhan ekonomi yang rendah.

“Secara teoritis diharapkan angka perkembangan pertumbuhan penduduk berbanding 2 persen, sementara angka pertumbuhan ekonomi melampaui angka pertumbuhan penduduk dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 4 persen, sehingga daya dukung alam tidak kian menyempit dengan kondisi pertumbuhan penduduk atau angka kelahiran yang tidak terkendali” ungkapnya.

 “Tahun ini target pencapaian angka peserta KB diharapkan makin meningkat atau melebihi target yang diharapkan, tetapi untuk kegiatan lain termasuk upaya peningkatan kesehatan reproduksi remaja, pembinaan keluarga melalui BKB, BKR dan BKl perlu ditingkatkan lagi yang berujung terhadap kesejahteraan keluarga kecil yang bahagia,”ujarnya.

Dalam upaya mendukung program pemerintah guna menekan angka kelahiran, Agus menyebutkan pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus giat mengkampanyekan keluarga kecil yang bahagia dengan dua anak melalui penyebaran informasi dengan memanfaatkan media elektronik maupun cetak dan pendekatan dengan tokoh-tokoh masyarakat. “Karena masalah kependudukan adalah persoalan nasional yang harus disikapi dengan pemberdayaan program yang dirancang guna mengatasi ancaman ledakan penduduk, termasuk di Kabupaten Tanjung Jabung Barat”, jelasnya. (EF)

USMAN ERMULAN – KATAMSO, BUPATI DAN WAKIL BUPATI TANJUNG JABUNG BARAT 2011 – 2016

Gubernur Jambi Hasan Basri Agus secara resmi melantik pasangan Usman Ermulan – Katamso sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Barat periode 2011-2016 pada Kamis, tanggal 27 Januari 2011. Proses pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan di gelar dalam rapat paripurna istimewa DPRD yang dipimpin Ketua DPRD Mulyani Siregar SH di Gedung DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jl. Sri Soedewi Kuala Tungkal.

Dalam tertib acara, upacara pengambilan sumpah dan pelantikan diawali dengan pembukaan acara rapat paripurna istimewa oleh Ketua DPRD dan dilanjutkan dengan pembacaan surat pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat periode 2006 – 2011 DR Ir H Safrial MS dan H M Yamin SH dari Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Dan pembacaan surat pengesahan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat hasil Pemilu Kada 2010 tertanggal 29 Desember 2009. Acara kemudian dilanjutkan dengan upacara pelantikan pengambilan sumpah Bupati/Wakil Bupati oleh Gubernur Jambi Hasan Basri Agus mewakili Mendagri. 

Sejumlah undangan hadir memenuhi aula utama gedung DPRD pada acara tersebut. Pimpinan Parpol pengusung, para Kepala Daerah, Unsur Muspida serta tamu undangan lainnya, antara lain, Akbar Tanjung dari DPP Golkar Pusat, Juslin Nasution, Staf Ahli Mendagri, Umar Syadat Hasibuan, Hasip Kalimuddin Syam, H Bakri Anggota DPR RI, Ketua DPRD Provinsi, Effendi Hatta, Kapolda Jambi Brigjen Pol Bambang Suparsono, Wakil Gubernur Jambi H. Fachrori Umar, H. Azrin Nurdin, SY Fasha dan para bupati dan walikta se-provinsi Jambi. Juga tampak hadir tamu utusan dari daerah tetangga Wakil Bupati Kabupaten Indragiri Hilir Rusman Walomo dan Kabag Umum Sekretariat DPRD Indragiri Hulu. Safrial MS dan H M Yamin yang sebelumnya merupakan lawan politik Usman – Katamso pada Pemilukada juga terlihat hadir. 

Dalam sambutannya, Gubernur Provinsi Jambi, Hasan Basri Agus mengucapkan selamat dan sukses kepada Usman Ermulan dan Katamso, selanjutnya mengucapkan terimakasih kepada Safrial dan M Yamin atas pengabdiannya membangun Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
HBA mengatakan, seiring dengan telah dilantiknya Usman Ermulan dan Katamso sebagai Bupati dan Wakil Bupati, pada dasarnya merupakan kepercayaan untuk mengemban amanah rakyat, dengan harapan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. “Dan sudah menjadi kewajiban bagi saudara Bupati dan Wakil Bupati untuk melaksanakan amanah tersebut dengan menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat”, ujar Gubernur.

Dalam rangka menjabarkan visi misi HBA juga berpesan agar duet Usman-Katamso untuk secepatnya RPJMD yang telah dituangkan dalam bentuk Perda dalam waktu enam bulan pasca pelantikan. Penyelenggaraan pemerintahan menurut HBA pada hakikatnya harus mengedepankan prinsip pengelolaan tata pemerintahan yang baik yang diindikasikan dengan penyelenggaraan pemerintahan yang profesional, terbuka dan akuntabel, berkeadilan serta efektif dan efisien. “Untuk itu dalam upaya meningkatkan pemerintahan yang baik harus berbasis kinerja, sehingga kebutuhan dan aspirasi masyarakat dapat diakomodasikan,” harap HBA. Diakhir sambutannya HBA menyampaikan pesan agar kedepan Bupati terpilih dan mantan Bupati untuk bersinergi membangun daerah sehingga apa yang menjadi tujuan pembangunan dapat tercapai demi kemakmuran dan kesejahteraan Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan menghimbau bagi segenap,masyarakat daerah ini untuk mendukung program pembangunan yang dicanangkan lima tahun kedepan.

Prosesi pelantikan dan serah terima jabatan berjalan lancar dan khidmat. Pelantikan berlangsung aman dan sukses dengan pengamanan ketat yang telah dipersiapkan sedemikian rupa oleh pihak Kepolisian dan Polisi Pamong Praja dan pihak terkait lainnya Usai pelantikan dan pengucapan sumpah jabatan, Bupati dan Wabup terpilih mendapat ucapan selamat dari para undangan yang hadir. 

Setelah resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tanjab Barat untuk lima tahun kedepan, pasangan Usman Ermulan – Katamso menggelar jumpa pers dengan sejumlah wartawan. Dihadapan para wartawan, Usman mengatakan “Kita akan menjalankan amanah yang dititipkan kepada kita dengan sebaik-baiknya, prioritas pembangunan disegala sektor akan kita jalankan demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Tanjung Jabung Barat yang mana telah memberi kepercayaan kepada kita,” paparnya. Selain itu, percepatan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, khususnya yang menjadi jalur utama ekonomi rakyat juga menjadi fokus utama pembangunan ke depan. (EF)

BUPATI LANTIK PEJABAT STRUKTURAL DI LINGKUNGAN PEMKAB TANJABBAR

Pada hari Kamis tanggal 3 Maret 2011, Bupati Tanjung Jabung Barat Drs. Usman Ermulan MM melantik kurang lebih 60 pejabat struktural eselon II, III dan IV di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.  Eselon II terdiri atas 4 orang, antara lain Drs H Hendrifal sebagai Asisten II Setda Tanjab Barat, Drs Hamzah sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLHD), Drs Mukri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Andi Andika, SH sebagai Kepala Kesbanglinmas. Selebihnya didominasi oleh pejabat eselon III dan IV.

Dalam sambutannya, Bupati mengatakan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan yang dilaksanakan ini dimaksudkan untuk melakukan promosi, rotasi dan demosi bagi pejabat struktural di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Tujuannya adalah untuk mengisi formasi jabatan yang kosong karena pejabat yang lama telah/akan purna tugas, bentuk pembinaan aparatur dan pengembangan karier serta sebagai upaya untuk melakukan penyegaran terhadap jajaran pejabat struktural yang ada. Dengan demikian diharapkan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih baik di masa yang akan datang.

Promosi, rotasi dan demosi di lingkungan birokrasi pemerintahan adalah merupakan hal yang sangat biasa dan sangat kumrah dilakukan. Promosi diberikan sebagai bentuk apresiasi pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat atas prestasi kerja dan kinerja yang telah diberikan selama ini. Rotasi dilakukan guna memberikan suasana dan tantangan baru, sedangkan demosi dilakukan sebagai bentuk pembinaan aparatur untuk menjadi lebih profesional dalam bertugas.

Bupati menjelaskan, pemberlakuan Undang – Undang nomor 32 tahun 2004 menuntut pemerintahan di daerah untuk mampu menata managemen sistem penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Daerah dituntut untuk mampu menciptakan sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah yang efektif dan efisien berbasis social services sehingga mampu mewujudkan kesejahteraan yang merata pada masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Tantangan terberat dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah saat ini adalah bagaimana merumuskan aturan role play  dalam bentuk peraturan daerah atau aturan yang lain yang tidak bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, tidak multi tafsir dan memihak kepada kepentingan masyarakat, bagaimana menata lembaga dan kelembagaan yang ada di daerah saat ini sehingga sejalan dengan undang – undang nomor 32 tahun 2004 dan peraturan pemerintah nomor 41 tahun 2007, serta bagaimana meningkatkan motivasi, kapabilitas, dedikasi dan integritas aparatur penyelenggaraan pemerintahan di daerah. Sehingga manajemen penyelenggaraan pemerintahan di daerah khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dapat lebih efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kesempatan ini Bupati Usman Ermulan mengajak kepada seluruh jajaran aparatur pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat yang dilantik pada hari itu untuk secara bersama – sama dan saling bahu – membahu menghadapi tantangan kedepan dan bersatu padu untuk mewujudkan visi dan misi Pemkab. Tanjung Jabung Barat, sesuai dengan tugas dan fungsi masing – masing.  Serta menciptakan kebersamaan serta menjaga situasi dan kondisi yang kondusif di Kab. Tanjung Jabung Barat.

Bupati juga mengingatkan bahwa jabatan yang diberikan bukanlah sebuah hadiah tetapi sebuah amanah yang harus diemban dengan sepenuh hati. Amanah yang diberikan bukan hanya sekedar kepercayaan tetapi harus dimaknai juga sebagai ibadah dan sebuah tanggung jawab besar dalan menciptakan “good governance” sebagai penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dengan mengedepankan kultur pelayanan (pamong praja) kepada masyarakat dan menghindari sikap minta dilayani (pangreh praja) dari masyarakat khususnya masyarakat Kab. Tanjung Jabung Barat.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga berpesan kepada seluruh jajaran aparatur pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat agar 1) Dalam melaksanakan pekerjaan sehari – hari selalu berpegang teguh dengan ajaran agama dan peraturan perundang – undangan yang berlaku, 2) Mengedepankan kepentingan daerah ini daerah ini diatas kepentingan pribadi atau golongan, 3) Menjalin kerjasama dan koordinasi baik secara vertikal maupun secara horizontal serta menghilangkan ego sektoral sehingga dalam melaksanakan tugas sehari – hari dapat dilaksanakan secara integral, paripurna dan komprehensip, 4) Selalu meningkatkan kinerja, loyalitas, kemampuan serta etos kerja sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat tercapai dengan lebih optimal dan maksimal, 5) Menciptakan kompetisi yang sehat dilingkungan kerja, menjaga kondusifitas unit kerja, menghasilkan karya dan prakarsa, yang dapat dipertanggungjawabkan, 6) Berperilaku profesional, fokus pada tugas pokok dan fungsi yang diemban, tidak menginterfensi tugas pokok dan fungsi kolegan dengan pernyataan – pernyataan yang tidak berdasar atau tidak dapat dipertanggung jawabkan. (EF)

Rabu, 01 Juni 2011

Pembayaran TKD Diusulkan 3 Bulan Sekali


Mempermudah Evaluasi Kinerja
KUALATUNGKAL
- Anggota Dewan Tanjab Barat mengusulkan pembayaran honor TKD untuk para pegawai dirapel menjadi 3 bulan sekali. Dari yang selama ini diberlakukan setiap bulannya diberikan. Alasannya untuk memudahkan evaluasi kinerja pegawai dan memudahkan administrasi keuangannya. Sehingga target pemberian bonus berupa TKD tepat sasaran dan tidak menghamburkan uang sia-sia.

‘’Saya rasa kalau pegawai yang disiplin mereka tidak akan ada masalah, kalau memang itu haknya maka ia berhak mendapatkannya,” ujar H Saifuddin, anggota dewan penggagas sistem setengah semester untuk pemberian TKD ini.

Ia juga memiliki dasar yang kuat menyarankan hal tersebut. ‘’Jelas ada dasarnya. Kunjungan kerja kami di Jogjakarta, khususnya Sleman, sistem yang diterapkan demikian. Kami perhatikan hasilnya cukup positif,” terangnya.

Dengan sistem triwulan ini, menurutnya pihak penilai bisa memberikan penilaian yang layak dan memberikan waktu yang pas untuk memberikan penilaian terhadap layak tidaknya diberikan TKD secara penuh. Sesuai dengan jabatan dan golongannya.

Tak tanggung-tanggung, Rp 33 miliar dana yang dikucurkan untuk TKD pegawai Tanjab Barat tahun ini, melebihi dari TKD yang ada di beberapa kabupaten lain. Kalau ini dirasa tidak juga mengangkat kinerja pegawai lebih baik, maka keberadaan TKD bisa ditinjau ulang apakah dikurangi ataukah dicabut sama sekali. Setiap golongan dan jabatan memiliki bonus TKD yang berbeda-beda dan bila dibandingkan dengan kabupaten Sleman cukup mencolok. Misalkan saja Eselon II, setiap bulannya Rp 2,2 juta, di Sleman, hanya Rp 1.250.000.

Eselon III, Rp 2 juta, sedangkan di Sleman hanya Rp 900 ribu saja. Bahkan untuk mereka yang nonjob di Tanjab Barat tetap menerima TKD. ‘’Artinya layak untuk dilakukan evaluasi,” tegasnya. (jok)

Pemkab Tanjab Barat Gelar Bintek


KUALATUNGKAL -27 mei 2011. Pemkab Tanjab Barat menggelar kegiatan Bintek untuk para pengurus partai. Terkait penggunaan anggaran dan pelaporan anggaran, khususnya bantuan Pemkab Tanjab Barat. Kegiatan menghadirkan narasumber dari Provinsi Jambi dan perwakilan KPU Kabupaten Tanjab Barat yang dilaksanakan satu hari di gedung PKK Tanjab Barat, kemarin.

Dihadiri sebagian besar partai yang diundang.‘’Kegiatan ini bertujuan untuk membantu pengelolaan keuangan partai khususnya  untuk penyeragaman laporan keuangan bantuan dari pemerintah Tanjab Barat,” terang Adi Andika SH, Kakan Kesbangpolinmas yang melaksanakan kegiatan, kemarin.

Setiap tahunnya partai yang ada di kabupaten Tanjabar mendapatkan bantuan yang selama ini pelaporan yang diajukan partai dilakukan bermacam model. Untuk menyeragamkan dibuatlah kegiatan ini.

Diharapkan selain seragam juga membantu pihak Pemkab untuk mempermudah pembukuan keuangan di Kesbangpolinmas. Tahun ini bantuan belum di serahkan. ‘’Dengan kegiatan ini diharapkan tahun ini  bisa sekaligus diterapkan,’’ tuturnya. (jok)

Terminal Pembengis Diajukan Jadi Terminal Tipe A


KUALATUNGKAL- Terminal Pembengis Kualatungkal saat ini pada tabun 2011 ini diajukan peningkatannya dari terminla tipe B menjadi tipe A. Rencana peningkatan status ini saat ini tinggal menunggu persetujuan dari Kementrian Perhubungan RI.

Kepala Dinas Perhubungan Tanjungjabung Barat, Endang Surya melalui Kabid Perhubungan Darat, Samsaimun BE kepada Radar Tanjab mengaku, saat ini Dishub sudah mengajukan bantuan dana kepada Departemen Perhubungan RI  untuk meningkatkan tipe terminal Pembengis menjadi tipe A. "Tahun ini kita ajukan, mungkin realisasinya tahun depan, "tuturnya.

Dikatakan, untuk merubah tipe Terminal Pembengis menjadi tipe A, syaratnya sudah terpenuhi hanya tinggal menunggu persetujuan dari Departemen Perhubungan. "Kita ajukan Rp 7,1 miliar uintuk meningkatkan dari tipe A menuju tipe B dari terminal Pembengis ini, ''katanya.

Sementara itu saat ini terminal Pembengis sudah memiliki terminal bongkar muat, angkutan kota luar provinsi dan simpul antar intermodal. ''Kita sudah menyiapkan semua persyaratan yang diperlukan un tuk pengajuan perubahan tipe terminal pembengis,"katanya

Ditambahkan, perubahan tipe terminal harus ada izin prinsip dari Departemen Perhubungan, perencanaannya, lahan untuk terminal dipersiapkan seluas 3 hektar. "Arealnya sudah mencukupi, mudah-mudahan bisa terealisasi pengajuan kita,"tambahnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, perencanaan untuk pembangunan terminal Pembengis, apabila anggaran yang diusulkan bisa direalisasikan, akan dibuat dengan menggunakan rangka baja, penambahan loket dan ruang tunggu penumpang. "Perencanaan kita sudah matang, hanya saja kita tinggal menunggu anggaran nya turun, "tukasnya(rie)   

Selasa, 31 Mei 2011

Ulama Besar Tanjab Barat Itu Telah Tiada Setelah 45 Hari Dirawat di RS


KUALATUNGKAL - Susana duka menyelimuti warga Kabupaten Tanjungjabung Barat, Minggu (15/05). Hal ini karena KH M Ali bin Syiekh Abdul Wahab ulama besar yang mempunyai kharisma hingga negeri tetangga ini telah meninggalkan kita semua pada hari Minggu (15/05) sekitar pukul 09.00 Wib di Rumah Sakit Theresia Kota Jambi. Pria yang akrab disapa Ayah Ali ini meninggal setelah 45 hari menjalani perawatan di RS Theresia akibat penyakit komplikasi yang ia derita.

"Bapak dirawat sudah 45 hari dan dari rumah sakit yang berbeda-beda, tapi tetap tidak tertolong," kata satu di antara anak angkat almarhum, Abdul Hakim kepada wartawan di Kualatungkal kemarin.

Almarhum meninggalkan lima anak dan satu isteri. Ia dikenal sebagai ulama besar dan memiliki pengaruh hingga ke negara tetangga.

Suami tercinta dari Hj Siti Fatimah ini juga dikenal sebagai guru PHI Tungkal dan pengasuh Pondok Pesantren Al Baqiyatush Sholihat. Selain panggilan Ayah, almarhum yang lahir 78 tahun silam ini  juga akrab disapa tuan maha guru. "Bapak akan dimakamkan Selasa pagi," kata Abdul Hakim.

Pantauan Radar Tanjab di lapangan hingga Minggu sore kemarin, ratusan masyarakat Kota Kualatungkal memadati Masjid Agung, di Jalan Pelabuhan. Mereka menanti kedatangan jenazah ulama besar asal Kualatungkal, KH M Ali bin H Abdul Wahab. Tak hanya para santri dan jamaah Thariqoh yang datang, namun penziarah dari berbagai daerah termasuk negara tetangga juga mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Tuan Guru KH M Ali Wahab. (rie) Source :radar tanjab

Rabu, 25 Mei 2011

PDEPKD ADAKAN LOMBA BERCERITA TK SEKOLAH DASAR (SD)

Humas Tanjab Barat: Kepala Kantor Pengolahan Data Elektronik Perpustakaan Kearsipan dan Dokumentasi Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Bailah, S.Si,Apt,M.Si membuka Lomba Bercerita untuk Tingkat SD Kabupaten Tanjung Jabung Barat. 

Lomba Bercerita untuk Tingkat SD tersebut diselenggarakan selama 2 hari yakni Tanggal 24 – 25 Mei 2011 yang diikuti peserta sebanyak 26 Orang Siswa/I dari 13 SD dalam Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Bertempat di Gedung PKK Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tadi pagi jam 10.00 wib tanggal 24 Mei 2011.

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design